"selamat datang"

selamat datang di blog saya,
semoga berguna bagi kita dan sekaligus anda merasa puas dengan sajian yang saya berikan ...
.....
don't forget comment and share your twitter and facebook
thank you !

Pages

Kamis, 18 Agustus 2011

Kasih sayang seorang kakak



Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik tiga tahun lebih muda dariku.
            Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatanya membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan diriku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. “siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapapun mengaku, jadi beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu kalian berdua layak di pukul!” Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi.Tiba-tiba, adikku mencengkram tangannya dan berkata, “Ayah,aku yang melakukannya! “tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus mencambukinya hingga ia kehabisan nafas. Sesudahnya, beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang kamu lakukan di masa mendatang? …Kamu layak di pukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu !!”
Malam itu,ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetespun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak,jangan menangis lagi sekarang semua sudah terjadi.” Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku.
            Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun,aku berusia 11. Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya di terima untuk masuk di sebuah universitas provinsi. Malam itu ayah berjongkok di halaman,menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya merengut, “kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik…” ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bias membiayai keduanya sekaligus?”.saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, “Ayah,saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku.” Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya.”Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya akan mengemis di jalanan, saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai !” dan begitu kemudian ia mengetuk pintu setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bias ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, “ Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya kalau tidak ia tidak akan bisa meninggalkan jurang kemiskinan ini. “Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: “kak,masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimkanmu uang.” Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang.
            Tahun itu adikku berusia 17 tahun,aku 20.dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di seluruh konstruksi, aku akhirnya sampai di tahun ketiga (di universitas). Suatu hari aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan,”ada seorang penduduk dusun menunggu di luar sana!” Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan ke luar,dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakanya, “mangapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kalau kamu adalah adikku?” Dia menjawab,tersenyum,”lihat bagaimana penampilanku, apa yang mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?” aku merasa tersentuh dan air mata memenuhi mata ku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya dan tersekat-sekat dalam kataku, “aku tidak peduli omongan siapapun! Kamu adalah adikku apapun juga! Kamu adalah adikku bagaimanapun penampilanmu…” Dari sakunya,ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. .ia memakaikannya pada ku,dan menjelaskan,”saya melihat semua gadis kota memakainya.Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.” Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis.
            Tahun itu, ia berusia 20 tahun.aku 23.kali membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku.”bu,ibu tidak perlu banyak menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!”tetapi katanya, sambil tersenyum,”itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tanganya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu …” Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit salep pada lukanya dan membalut lukanya. ”Apakah itu sakit ?” Aku menanyakannya. “tidak, sakit.kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kaki ku setiap waktu. Bahkan itu tidak menaghentikanku bekerja dan …” di tengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku.
            Tahun itu, adikku 23 tahun,aku berusia 26. Ketika aku menikah,aku tinggal di kota. Berkali –kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami,tetapi mereka tidak pernah mau.mereka mengatakan,sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “ kak,jagalah mertumu saja.saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.” Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manager pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. Suatu hari, adikku di atas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya,saya menggerutu,”mengapa kamu menolak menjadi manager? manager tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?” dengan tampang yang serius pada wajahnya,ia membela keputusannya.”Pikirkan kakak ipar ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manager seperti itu, berita seperti apa yang akan menjadi buah bibir orang ?” mata suami ku di penuhi air mata dan kemudian keluar kata – kata ku yang sepata – sepata : “tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku !”. “Mengapa membicarakan masa lalu?” adikku menggenggam tangan ku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.
Adikku kemudian berusia 30 tahun ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bartanya kepadanya, “siapa yang paling kamu hormati dan kasihi ?” tanpa bahkan berfikir ia menjawab, “kakakku.” Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat ku ingat.” “Ketika saya pergi ke sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama 2 jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.” Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepada ku. Kata – kata begitu susah ku ucapkan keluar bibir ku, “dalam hidup ku, orang yang paling aku berterima kasih kepadanya adalah adikku. “dan dalam kesempatan yang peling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajah ku seperti sungai.

drama bahasa inggris,"si peniup seruling"


Top of Form
PROLOGUE: In the past, in a small hut that stood on the edge of fields, lived a mother with her child banta barensyah. Banta dad has long passed away. They see themselves very poor.
Banta barensyah has his father's legacy flute. Wherever he went, flute always carry. One day they're running out of rice and tried to ask the uncle named jakup banta.

Banta: "mom, what if I went to my uncle's house to ask for rice?"
Mom: "do not have to. Mother is still really strong not to eat all day "
Banta: "but rather, if the mother does not eat constantly, can ill mother. Banta to his uncle's house, yeah? Hopefully uncle would give a handful of rice. "
(Continued pleading)
Mother: "Well done, go. Hopefully, your uncle would give a little rice for us "

Banta Go to his uncle's house to ask for rice, but what happened in his uncle's house?

Banta: "excuse me uncle ..."
(Looking down)
Uncle: "want what you came here?!"
(Asked with a very severe)
Banta: "Uncle, I come here want to ask for rice. Me and my mother starving, uncle. "
Uncle: "What?! Ask rice! Basic lazy family. Usually only beg. No rice! go there! "
Banta: "uncle ..."
Uncle: "ah, already! go there! "
(Jakup uncle snapped in connection with sayings that offend)

Then banta barensyah go home disappointed.
At that time, area of residence banta led by a just and wise king. Because of this attitude he was loved by all his subjects. King had a beautiful daughter named daughter prescient. call girls in that way because he's very intelligent, as if the consideration to be able to penetrate anything.

King: "O my daughter, why now there is no man who can pull your heart? I want you to get married my daughter "
Princess: "dad, I also have thought that so, who wants to get married as soon as possible, but it was not easy, I want to marry a man who meets one of this request"
King: "what is your prayer that my daughter, perhaps I could make the contest"
Princess: "Well dad, I would marry a man who can give me clothes or a mixture of gold and suasa metals and gold"
King: "Well my son, I'll make a contest with the following conditions"

The news quickly spread throughout the region, according to the banta and his mother.

Mother: "banta, mother knows. Looks like you also wanted to follow the contest, maybe the mother can help you tell where the gold dress and suasa it easy to find. "
Banta: "his mother"
Mother: "in the sea area west of there is an island, where the island inhabited by women weavers, one of them may have a weave clothing and suasa gold."
Banta: "Well mom, I'll get there. Banta beg the blessings of the mother. "
Mother: "mother let you go. But the mother can’t give any stock. My mother could only pray, banta. "
Banta: "his mother, that's okay. Mother allowed to go any banta banta've made very happy. "

The next day, banta barensyah jakup headed home. She wants to ride her uncle's boat every day across the ocean. In addition to prayer, the mother also equip banta banta with taro leaf. Of course, banta also took flute.

Banta: "uncle ..."
Uncle: "What else would you come here?"
Banta: "Uncle, please allow me to go sailing. Later when reached the middle of the ocean, I'll go down. "
Uncle: "Well, up to the boat now"
Banta: "thank you uncle." (Then go to the boat)
Uncle: "stupid children basis. The period will go down in the middle of the ocean? Let it be, let the child die. Later when he died, I no longer feel ashamed to have a poor cousin. "(Talk while banta away)

Arriving in the middle of the ocean, down and up the leaves banta taro‘s. With the help of winds speeding taro leaf. Soon after, he arrived on the island of the weavers.
Having one at home banta weavers went to, he arrived at the house of the clever weaving which has seven daughters.

Banta: "excuse me, whether here are selling gold and suasa clothes?"
Weaver 1: "sorry, gold and suasa clothes were very expensive, you want to pay with what?"
Banta: "I do not have any money. So, I want to pay by the song you want me to play with this whistle "
Weaver 1: "with the song? Well I try to listen first. "
Banta: "... ... ... ... ... ... ... .."
Weaver 1: "wow nice your flute game, I really liked it. Please select the clothes that you like "
Banta: "thanks, but I want clothes that do not seem to exist. Well it's OK "
Weaver 1: "he"

Banta then entered the room second, third, fourth, fifth, and sixth. Armed with the strains of flute sound. However, gold and suasa clothes that she was looking for, have not met too.
Banta: "hopefully in the seventh, I find it"
Banta: "excuse me, do you sell clothes and suasa gold?"
Weaver 7: "sorry, gold and suasa clothes were very expensive, you want to pay with what?"
Banta: "I do not have any money, but I'll pay with a song that I play with this flute"
Weaver 7: "with the song? Well I try to listen "
Banta: "... ... ... ... .."
Weaver 7: "wow nice your flute game, I really liked it. Please select the clothes that you want.
Banta: "oh, there clothes. Thank ya ... "
weaver 7: "yes alike"

With a merry heart, banta sailed back to the taro leaf. He storing clothes and suasa gold in the flute. A fisherman followed him from a distance.

Banta: "excuse me uncle, may I go sailing with my uncle for the second time?
Uncle: "take,"
(While thinking of devious tactics)

Take banta on board, then what happens?

Uncle: "ah! already there! I told you to go up because want to take the gold and suasa clothing that is in the flute mu ... hahahaaa .... My fate was lucky, I'll be clear-sighted companion's daughter, hahaahaaaa ... "
(Push banta into the river and then feel good)

Then banta drift and in find by two village girls.

Asih: "hey, look who's there? As there are people stranded ... "
Melany: "he is, let's go there ..."
(While approaching banta)
Asih: "whether he still alive?"
Melany: "apparently still alive, let's take it to the house"
Asih: "wait a minute, we do not know what's him not evil"
Melany: "but what's wrong with us to try"
Asih: "so be it, let's take it"

In banta bring to their homes, and in-patient to recover after recovering ... ..
Banta: "thanks for helping me, but I do not know what to pay for it with what?"
Asih: "You do not need to reciprocate kindness to us"
Banta: "Thank you, sorry I can not linger here, because I have a mother that I can not stay too long"
Melany: "yes, go. But we can only equip you to the degree necessary, and this is a little outfit for your mom who still worth roughly in use. "

Sadly two village girls were let go leaving banta. Banta then returned to his hometown, and then met with his mother again.

Banta: "mom ... .. banta home mother ...! "
Mother: "eventually you go back too son ...,, what happened to you?"
Banta: "a very long story mom .. but I can not bring home the gold dress and suasa, because clothes been stolen by uncle "
Mother: "if so never mind, forget everything. Mom was glad to see you again. "

At that time was at a party held in the kingdom. Jakup and prescient daughter is getting married. Banta wanted to do something, but it's useless it's too late.
Right before the show began, suddenly a fisherman who once took banta shout.

Fisherman: "jakup jakup cheat ... cheat ..., clothing was not hers, but belongs banta barensyah ..."
King: "What is in katakana by fishermen jakup it's true!"
Jakup: "i-i-i iaa ...."

Jakup suddenly fled in shame.
Finally, the king ordered the guards to search banta, with the help of a fisherman earlier was banta can easily find

That very afternoon banta married to the daughter continued to eye. marriage was carried on by rousing in a few days. At some time later the king felt he was old, king resigned and then handed over his post to banta barensyah.

Banta: "Dad, what the hell to call my dad?, Whether there are important things that you want to talk about dad?"
King: "O my son, now I have been old, and already it's time you replace me as the leader of this country. Receive the crown of the father .. "
(And then pair the crown on the head banta)
Banta: "thanks dad ..."

EPILOGUE: jakup who has squandered Barensyah and her mother is now feeling very embarrassed. He begged to be punished in accordance with sins. You know, what the penalty that is provided to jakup? He must make the flute as much as possible to be distributed to all people. That way everyone can blow the flute like banta barensyah ... ...

CONCLUSIONS: use all the expertise you with kindness, if you do it all with good maybe you can be as lucky as Banta Barensyah ... ...


A few ~ ~

legenda danau toba


Pada suatu hari ,Di Sumatra utara, hiduplah seorang pemuda yang sangat rajin bekerja. Setiap hari, dia menggarap ladang dan mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Suatu pagi, pemuda itu pergi ke sungai untuk mencari ikan. “ ya tuhan, semoga aku dapat banyak ikan hari ini,” kata pemuda tersebut.
Tak lama, kail yang di lemparkannya bergoyang – goyang . pemuda itu menarik kailnya. “ Hore… aku dapat ikan besar!” seru pemuda itu senang .
Tiba-tiba, “ tolong.. biarkan aku hidup! Jangan makan aku..” teriak ikan tersebut.
Pemuda itu kaget dan mengembalikan ikan itu kesungai. BYURRR!! Begitu tercebur, ikan tersebut berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik.
“ jangan takut , aku tidak akan menyakiti mu. Sebenarnya, aku adalah putri yang dikutuk. Karena kamu membebaskan aku dari kutukan, sebagai imbalannya aku bersedia menjadi istri mu.” Kata wanita itu. Pemuda itu setuju.
Tidak lama, mereka menikah. Mereka membuat perjanjian, tidak boleh menceritakan asal usul putri.jika perjanjian itu dilanggar, akan terjadi malapetaka.
Tidak lama, mereka dikaruniai seorang bayi laki-laki. Hari demi hari, anak mereka tumbuh menjadi anak yang tampan. “hmmm.. aku sangat bangga memiliki anak seperti dia !” kata pemuda itu.
Tetapi, anak tersebut mempunyai kebiasaan yang membuat banyak orang terheran-heran. Dia selalu merasa lapar dan tidak pernah kenyang, semua jatah makanan pasti di lahapnya tanpa sisa.
Suatu hari, anak itu mendapat tugas mengantarkan makanan dan minuman kepada ayahnya. Tetapi, dia tidak mrlaksanakan tugasnya. Malah, semua makanan untuk ayahnya di lahap habis.
Ketika pulang, pemuda itu memarahi anaknya. “ kenapa makanan ayah di habiskan! Dasar , anak ikan” umpat pemuda itu. Tanpa sadar, pemuda itu mengucapkan kata pantangan dari istrinya. Padahal, dia sudah berjanji tidak akan melakukannya.
Tiba-tiba, anak dan istrinya lenyap.dari bekas kaki mereka menyembur air yang sangat deras. Air terus maeluaptanpa henti. sehingga,  membentuk sebuah danau. Konon , danau itu dikenal dengan sebutan “ DANAU TOBA”

puisi:EMBUN CINTA SANG BUNDA



Menatap serpihan waktu yang terkapar
Terlena pada duka kering terhampar
Meniti hari dengan senyum hambar
Bersama perih yang terus menyambar
Tak Pernah Kuraih Kasih
Tak Pernah Kulirik Sayang
Walau Berdenting Hasrat
Tuk Jumpa Bunda Di Ujung Waktu
Bersama alunan pagi kurangkai rindu buatmu,bunda
Menyulam sisa kasih yang pernah kudapat

Melukis wajah yang tak pernah kukenal
Berbusa mulut pun bicara
Aku tetap tak pernah tahu
rintihan bening di ujung mata
mengaung di antara suara sumbang yang terus memanggil
bercengkrama di antara tanya yang terbungkus ….
bunda,engkau ada dimana?
Ingin ku cium tanganmu
Dalam dawai cinta tak terperih
Ingin ku kecup pipimu
Dalam alunan sayang tak bertepi
berjuta hasrat hanya mampu bergantung di tepi langit
tersapu mendung di sore hari
Bunda,ingin kuhaturkan maaf atas kecewaku
Ingin kuhapus duka atas sesalku
Ingin kubuang rasa iri atas saudaraku
Dan ingin kudengar jawaban atas tanyaku
Mengapa kau tinggalkan aku di gerbang ini?
Sendiri terpuruk oleh sepi
Berkawan tak berpihak
Tanpa pernah rasakan belaianmu
Bunda
Hanya embun pagi yang mampu kusemai
Bersama embun cinta yang pernah kau teteskan padaku

drama bahasa inggris, nyai bagendit

Drama: gammer situbagendit
Place: in a village

On a day to stay was a woman who is very arrogant and greedy named situbagendit, because of his arrogance and greed, he was much hated by all residents in the village.
One day, he was scolded for failing aides.

Situbagendit: "haiii! bodyguard! Come here! "
Guard: "what the lady called me?"
Situbagendit: "where the maid in the house?!!"
Guard: "sorry madam, I do not know. But I will try to search first. "
Situbagendit: "Well, look there he is! auxiliary basis lazy, and do not stay long you go, I wait here for now "
Guard: "Well madam"


(Situbagendit was walking back and forth, while waiting for the guards and the maid)

Guard: "this is it mistress"
Maid: "what is it mistress?"
Situbagendit: "heiii! basic lazy maid. Where have you been! what the hell you been working! behold, this room was strewn! dust was not yet in the clear! I fired and now you go from here! "
Maid: "sorry madam, I was cutting the grass, excuse me madam. Please do not fire me "
Situbagendit: "ahh been there! I do not want to see you again! .. bodyguard please fix his clothes and take him out!!. "
Guard: "nice lady ..."

Then the maid went away from the house,
To the next day, there came a old granny would like to request food to situbagendit.

Grandma: "excuse me ... may I ask a little food? I am very hungry lady ... had two days I have not eaten ... "
Situbagendit: "ahh no! go there! you can only embarrass me in front of all citizens of this village! go there!
Grandma: "I beg my lady ... very hungry ....
Situbagendit: "base poor grandmother did not know your self! there you go!
Grandma: "Oh my god. give tremendous disaster to a wealthy woman who is greedy. "

Then went the old woman bitterly after praying to god.
Then the next day again, an old beggar came and asked for a glass of water because of thirst to situbagendit.

Beggar: "excuse me ... .. may I ask for a glass of water to relieve a little thirst, and thirst in my throat ... I was very thirsty because the walk continues in the sun without any money ...? "
Situbagendit: "What the hell are you! that you usually just begging for it! go there !!!!"
Beggar: "I beg you mistress ... I'm very thirsty ..."
Situbagendit: "no! go there! basic beggars do not know your self ..!!"
Beggar: "oh my god, give a haughty rich woman is incredible disaster because of her arrogant .."

(and then beggar stuck a chip of wood on the ground Bagendit sit home page, and then go)

Situbagendit: "what are you doing!"
Why so hard on the pull?
Hah 'why get out of endless water ..?
AAAAA .... Help me ... ....